AdSense

Senin, 18 Mei 2015

MEMPELAJARI PERHITUNGAN ARAH QIBLAT



MEMPELAJARI PERHITUNGAN ARAH QIBLAT [1]
Oleh Muhammad Labib, S.Sos.I

Bagi yang menginginkan file excel Perhitungan Arah Qiblat 3 Metode klik di sini.
 
 Lisensi Creative Commons
MEMPELAJARI PERHITUNGAN ARAH QIBLAT oleh Muhammad Labib disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

PENDAHULUAN
Arah Qiblat sangatlah penting dalam kehidupan beribadah. Ia merupakan salah satu syarat untuk keabsahan shalat. Seseorang yang tidak menghadap Qiblat dalam shalatnya, maka shalat tersebut tidak sah. Hal ini sesuai dengan firman Allah s.w.t. fawalli wajhaka syaṭr al-masjid al-ḥarām (al-Baqarah 2:144). Selain itu arah Qiblat diperlukan pula untuk

Jumat, 15 Mei 2015

Isra Mi'raj dan kewajiban shalat

Lisensi Creative Commons
Isra Mi'raj dan kewajiban shalat oleh Muhammad Labib disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Shalat merupakan hal yang agung dalam Islam, terjelma sebagai pondasi yang tanpanya sebuah bangunan dapat roboh. Rasulullah s.a.w. bersabda "siapa yang tidak menyia-nyiakan satupun dari kelima salat fardhu, maka Allah berjanji (lahu indallahi ahd) untuk masuk surga. Tapi bagi yang tidak melaksanakan

Senin, 13 Juni 2011

BERTAUBAT KEPADA SANG PENERIMA TAUBAT

بسم الله الرحمن الرحيم
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (آل عمران: 125)

Kewajiban manusia adalah mentaati aturan Allah swt. dalam bentuk syariat yang dibawa oleh para nabi yang diutus kepada mereka. Untuk masa sekarang, nabi yang diutus kepada seluruh alam semesta adalah Baginda Agung Nabi Muhammad saw. Syariat yang beliau bawa merupakan syariat yang berlaku menggantikan syariat para nabi sebelumnya. Syariat menuntun manusia melaksanakan akhlaq mulia yang sejati, karena syariat yang dibawa Nabi Muhammad adalah untuk menyempurnakan shalih al-akhlaq. Rasul bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ (رواه أحمد)
Artinya: “Saya diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang baik” (Ahmad t.thn.)

Jumat, 29 Oktober 2010

GUSI BERDARAH SAAT PUASA (Madzhab Syafi’iyyah)

Lisensi Creative CommonsGUSI BERDARAH SAAT PUASA (Madzhab Syafi’iyyah) oleh Muhammad Labib disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

بسم الله الرحمن الرحيم


Muhammad Labib Aufa: Merupakan suatu hal merisihkan bagi sebagian orang, ketika sedang menjalankan ibadah puasa gusi mereka sering berdarah. Sehingga mereka merasa kewalahan menanganinya, meski mulut telah disucikan dengan berkumur beberapa kali, tetap saja darah merembes keluar dari gusi. Padahal air liur yang menjadi najis (mutanajjis) karena darah tersebut membatalkan puasa jika kita telan.
Lalu bagaimana hukumnya menelan darah tersebut? Berikut sedikit uraian yang mungkin bermanfaat.
Pada dasarnya puasa dapat batal dengan masuknya sesuatu ke dalam tubuh yang disebut jauf (bagian dalam) melalui jalur masuk yang terbuka.1 Semisal masuknya sesuatu ke dalam telinga sekira masuk ke bagian dalamnya, atau masuk ke dalam mulut melewati tenggorokan.

Sabtu, 23 Oktober 2010

AIR MUTLAK DALAM BAB WUDHU: Madzhab Imam Syafi’i



Lisensi Creative Commons
Air Mutlak dalam Bab Wudhu oleh Muhammad Labib disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.


بسم الله الرحمن الرحيم


Air mutlak seperti yang telah diketahui bersama merupakan salah satu dari syarat-syarat wudhu (bukan rukun wudhu). Berwudhu tanpa menggunakan air mutlak tidaklah sah hukumnya, seperti halnya ibadah sesuci yang lain, baik sesuci yang sunah maupun yang wajib.
Air mutlak merupakan

Senin, 21 Juni 2010

Kata Permulaan

Manusia di dunia ini tidak bisa terlepas dari tindakan. Perbuatan yang mencakup gerak dan diam. Dan sebagai hamba Allah, manusia sudah seharusnya tidak melanggar apa yang telah ditetapkan Allah dalam melakukan segala bentuk perbuatannya.
Ketetapan Allah tertuang melalui Kalam-Nya dan melalui wahyu kepada Rasul-Nya. Sehingga untuk menjadi hamba yang baik, yang melaksanakan segala kewajibannya, seorang hamba harus mengetahui aturan yang telah ditetapkan.
Aturan-aturan itu bisa dilihat dari al-Qur'an dan al-Hadis.
Untuk itulah fiqh diperlukan, karena fiqh merupakan ilmu yang membahas tentang hukum-hukum Allah yang terkait dengan tindakan manusia. Tindakan manusia tidak terlepas dari lima hukum dalam fiqh, yakni Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh dan Haram.
Manusia tidak bisa membuat sendiri hukum suatu tindakan tanpa disandarkan kepada al-Qur'an dan al-Hadis, karena hukum hanyalah dari Allah. Sehingga apa yang telah menjadi hukum Allah tidak bisa dirubah meskipun banyak orang tidak suka terhadap hukum itu.

Senin, 13 Juli 2009

PERJALANAN MENIMBA ANUGRAHNYA

Keramaian para santri berjalan ke Madrasah Ghozaliyah menghiasi rumahku setiap pagi. Rumah yang berada tepat di gerbang madrasah memudahkan aku keluar masuk madrasah. Tidak perlu persiapan sampai berjam-jam untuk mengikuti kegiatan madrasah. Setengah jam sudah cukup untuk persiapan mandi, makan dan perlengkapan tulis menulis.
Bukan berarti karena Madrasah Ghozaliyah berada di belakang rumahku maka Madrasah Ghozaliyah adalah "madrasahku" dalam artian milikku atau Abahku. Madrasah itu merupakan sarana dakwah yang dikelola oleh pondok-pondok pesantren di Pakempal, tanpa terikat oleh satu pondok diantara pondok-pondok pesantren tersebut.
Bel berbunyi dengan nyaringnya. Bel pertama menunjukkan waktu aktivitas ajar mengajar segera dimulai dan seluruh santri dimohon untuk standby di kelas dengan melantunkan syair-syair salafi yang wajib dihafal oleh setiap santri atau murid di Madrasah. Aku sudah bersiap dan segera menuju kelas dengan memakai sandal, baju putih dan sarung. Hari ini aku bawa: al-Mahalli untuk mata pelajaran fiqih, Faidlul Khobir untuk mata pelarajan ilmu tafsir, dan Sullamul Munauroq untuk mata pelajaran manthiq/logika.
Terdengar suara imut, yang aku sangat kenal. “Kakak! Adek mau ikut!”, aku tersenyum melihat Naurotus Sami, umur 2 tahun, adikku paling kecil dari tujuh bersaudara, merengek mau ikut aku jalan ke luar.
Yang ia tahu adalah setiap keluar pasti ada yang ia sukai. Tapi jika dia ikut, aku tidak bisa leluasa beraktivitas.
“Adek, Kakak nggak mau kemana-mana kok. Cuma mau beli rujak di belakang rumah. Mau ikut? Sini! Mau kakak beliin apa?”. Aku ajak keluar sebentar, biar Naura puas dulu.

Lanjutan Klik Perjalanan Menimba Anugrah-Nya.